Label

Selasa, 13 September 2016

KEAJAIBAN SHALAT


Ada seorang ustadz dengan orang Amerika sedang nonton orang yang sedang thawaf di TV (siaran langsung dari Masjidil Haram). Si orang Amerika terkagum-kagum dan berkata,
Mr : “Wah, luar biasa! Banyak sekali orang hilir mudik, muter-muter. Ini acara apa??”
Ust : “Ini namanya Masjidil Haram, orang2 itu sedang thawaf, mister”
Mr : “Ooh, kagum saya”
Ust : “Mister, kira-kira kalo mereka baris rapi, butuh berapa lama?”
Mr : “Hmm.. Kalo sebanyak ini mungkin 2 jam baru selesai”

Sabtu, 03 September 2016

HAKIKAT RIZQI ADALAH NIKMAT YANG DIRASA BUKAN SOAL BERAPA.

Rizki telah selesai telah tertulis di langit. Hendak diambil dari jalan manapun hanya itulah yg menjadi jatah kita. Rizqi adalah ketetapan Allah. Cara menjemputnya adalah ujian. Ujian yang menentukan rasa kehidupan. Sebab rasa yang paling terindra dalam kehidupan kita di dunia. Rizki memiliki tempat dan waktu bagi turunnya. Ia tak pernah terlambat dan hadir di saat yang tepat.

Senin, 22 Agustus 2016

Seringnya Gengsi Mengalahkan Rasa Kemanusiaan

Entah bagaimana logikanya... Seorang ibu-ibu kaya pergi berbelanja barang harian ke pasar lalu masuk ke kios tempat menjual sayur-mayur. Langkah kakinya terhenti di depan seorang wanita tua penjual kangkung. Ia menjajarkan kangkungnya yang hanya sekitar 30 ikat di atas plastik besar.
"Berapa harga satu ikat kangkung?"
Si Ibu penjual kangkung menjawab:
"Seribu Rupiah.. saja Bu...!".
Si perempuan kaya itu lalu berkata:
"3 ikat = Dua Ribu Rupiah Ya...?".
"Wah, nggak dapat Bu...". Jawab si ibu penjual kangkung.
"Ya udah, kalau gitu saya nggak jadi beli".
Dengan wajah memelas, akhirnya si penjual kangkung itu berkata
"Ya sudahlah bu... Ambillah..!".
Si perempuan kaya itu membeli dengan perasaan menang. Ia sangat bahagia.

Kepada Siapa Cinta Kau Berikan ?

Cinta tidak dapat bertumbuh hanya karena hubungan sedarah, kekerabatan, ikatan perkawinan, ataupun ikatan ipar.Namun ia didapatkan karena kedekatan hati dan eratnya komunikasi. Juga karena bersatunya emosi dan kedekatan diri dengan sesama.
Betapa banyak kerabat yang terasa jauh di hati, namun betapa banyak pula orang asing (yang notabene bukan kerabat) terasa dekat di hati.
Betapa banyak saudara, kita dapatkan bukan karena hubungan sedarah. Betapa banyak individu di dunia ini bisa kita anggap saudara.
Namun betapa banyak pula orang yang menghianati Anda, hidup dalam naungan Anda, dan orang yang mengenalnya sebagai anak Anda! Semua itu hanyalah karena cinta.
Maha benar Allah yang berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.” (Al-Taghaabun (64) : 14).

Kutipan dari buku “TUHAN & NABI CINTA"
Muhammad Majdy Marjan

Sabtu, 20 Agustus 2016

Bertamulah ke Rumahku



Bagaimana sikapmu jika  ada tamu datang ke rumahmu dan saat itu kamu sedang sibuk dengan suatu urusan rumah dan sang tamu-pun  juga tidak memberi kabar untuk datang sebelumnya ? Mungkin kamu akan malas dan enggan untuk menerimanya. Baiknya kamu membaca tulisan ini, semoga sikapmu akan berubah. 
Diriwayatkan ada seorang laki-laki yang senang bila rumahnya kedatangan tamu. Namun isterinya kerap menunjukkan sikap sebaliknya. Setiap kali sang suami kedatangan tamu ke rumahnya, isterinya menunjukkan sikap yang tidak baik. Sehingga si suami mengeluhkan keadaan ini kepada Rasulullah saw.
Mendengar itu Rasulullah saw bersabda, "Katakan kepada isterimu, hari ini Rasulullah saw dan beberapa orang sahabatnya akan bertamu ke rumah kita." Rasulullah saw berpesan kepada orang tersebut, "Katakan kepada isterimu supaya ia memperhatikan tamu pada saat keluar rumahnya nanti."

Narasi Muhammad

“Aku bisa berdoa kepada Allah untuk menyembuhkan butamu dan mengembalikan penglihatanmu. Tapi jika kamu bisa bersabar dalam kebutaan itu, kamu akan masuk surga. Kamu pilih yang mana?”
Itu dialog Nabi Muhammad SAW dengan seorang wanita buta yang datang mengadukan kebutaannya kepada beliau, dan meminta didoakan agar Allah mengembalikan penglihatannya. Dialog yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas itu berujung dengan pilihan yang begitu mengharukan: "Saya akan bersabar, dan berdoalah agar Allah tidak mengembalikan penglihatanku."

Jumat, 22 Juli 2016

Memberi Namun Tidak Berkurang, Bisakah ?

Saudaraku, ini ada kisah 19 EKOR KERBAU, bila kamu baca akan memberimu kebaikan dan senyuman.
Ada seorang kaya yang mempunyai 3 orang anak dengan harta sebanyak 19 ekor kerbau.
Ketika mendekati ajalnya, dia membagikan warisan kepada ke 3 anaknya dengan pesan :
1/2 untuk anak pertama,
1/4 untuk anak kedua,
1/5 untuk anak ketiga.
Setelah sang ayah meninggal, ketiga anaknya membagikan kerbau sesuai pesan ayah mereka. Tetapi mereka menemukan kesulitan dan keganjilan bahwa masing-masing mereka akan mendapatkan bagian kerbau yang tidak utuh dan masing-masingnanak tidak mau mengalah dan berusaha mendapatkan bagian utuh.