DI SINIPUN KITA SEDANG TAWAF, NAMUN TAK DISADARI.

Bertawaf adalah berputar-putar di Baitullah. Substansinya mengisi seluruh kesadaran kita dengan menyebut-nyebut nama-Nya, dan menjadikan Allah sebagai pusat dari seluruh aktivitas yang sedang kita jalani. Gerakan tubuh fisikal, kesadaran nafsiyah, dan potensi ruhiyah semuanya melebur menjadi satu dalam realitas tunggal: merasakan kehadiran-Nya..!

Karena sesungguhnyalah, Dia sudah hadir meliputi semesta. Mulai dari mikrokosmos yang menyusun tubuh kita maupun seluruh benda di sekitar, sampai pada jagat raya yang tak ketahuan batasnya. Gerakan abadi di dunia atomik, sub atomik sampai di tingkat kuantum adalah manifestasi dari kehadiran Allah di alam mikro. Semua sedang bertasbih kepada-Nya dalam gerak abadi tiada henti. Demikian pula, alam semesta di skala makrokosmos, tak ada yang tidak bergerak dan bertasbih. Langit berlapis tujuh dan semua yang ada di dalamnya sedang bergerak dalam pusaran abadi mengelilingi Arsy Allah Sang Penguasa jagat semesta: melakukan tawaf abadi, hanya kepada Ilahi Rabbi..!

QS. Al Israa’ (17): 44
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya (sedang) bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih memuji-Nya. Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

Tawaf adalah sebuah analogi  perjalanan kehidupan kita yang terus berputar dan berputar berjalan menuju Allah, kembali kepada Allah maka bertasbihlah seperti mahluk-mahluk lainnya.
http://butirtasbih.blogspot.co.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DI SINIPUN KITA SEDANG TAWAF, NAMUN TAK DISADARI."

Posting Komentar