Kamu Adalah Pewaris Surga

Bagaimana perasaanmu apabila kamu sudah di tetapkan Allah sebagai pewaris Surga Firdaus Nya ? Pastilah kamu akan teramat senang dan bahagia tak terhingga, siapakah yang tidak mau masuk Surga ? Tempat terindah dengan segara kenikmatannya dan disana kita bisa memandang wajah Allah dengan sepuaa-puasnya. 

Sebagai pewaris Kerajaan Surga pastinya bangga dong dengan perasaan  bahagia  akan selalu menyelimutimu untuk meraihnya. Tapiii eeettt tunggu dulu yaaaa ......kamu akan dapat warisan Ku kata Allah apabila kamu mampu memperjuangkan apa yang Aku perintahkan. Waaahhh :)

Apa perintahmu itu ya Tuhan ? Coba ya kamu baca di surat wasiatku Al Qur'an surat Al Mukminum ayat 1-11 , ada 7 perintahku yang tidak boleh kamu langgar, simak baik-baik !
(1) Sesungguhnya menanglah orang-orang yang beriman.
(2) Orang-orang yang khusyu` di dalam melakukan sembahyang.
(3) Dan orang-orang yang terhadap segala laku yang sia-sia me­nampik dengan keras.
(4) Dan orang-orang yang mengerjakan zakat
(5) Dan orang-orang yang selalu menjaga faraj (kelamin) mereka.
(6)  Kecuali terhadap isterinya atau hambasahayanya, maka tidaklah mereka tercela.
(7) Tetapi barangsiapa yang masih memilih jalan di luar itu, itulah orang-orang yang telah melang­gar garis.
(8) Dan orang-orang yang menjaga dengan baik terhadap amanat dan janjinya.
(9) Dan orang-orang yang meme­lihara dan menjaga semua waktu sembahyangnya.
(10) Mereka itulah yang akan me­warisi.
(11) Yang akan mewarisi syurga Firdaus dan di sanalah mereka mencapai khulud (kekal) selama­lamanya.

Dalam firmannya Allah SWT menjelaskan tentang sebuah kepastian adanya Kemenangan (ayat ke-1) yang akan diberikan kepada Mukminun dan ayat selanjutnya adalah perjuangan yang harus dilakukan untuk mendapat kemenangan (ayat ke-2- 9) . Kemenangan apa ? Sebagai pewaris Surga Firdaus baik di Dunia dan  di Akhirat, mereka telah mendapat kebahagiaan (ayat 10-11)

Saya : Oh My God, tetapi kenapa berat banget syarat-syaratnya ? Apakah kami sanggup melakukannya ? 
Tuhan : KAMU SANGGUP !!! Surga itu Aku ciptakan untuk orang-orang beriman. Surga itu kampung halamanmu. Kembalilah ke Surga dan tetaplah kekal berada di dalamnya. 
Saya : Bagaimana cara agar kami sanggup menjalankan perintahMu yang lumayan berat dengan perasaan bahagia bebas dari perasaan tertekan dan terpaksa ya Tuhan ?
Tuhan : Lakukan Shalat, Jaga Shalat, Jaga waktu Shalat dan lakukan dengan KHUSU !
Jika kamu sudah mampu melakuan shalat dengan dengan khusu, Aku jamin perintah-perintahKu yang lain akan mampu kamu laksanakan dengan gembira.                   *Dialog imajiner antara saya dan Tuhanku 

Dari 11 ayat di atas, ada 2 perintah yang hampir sama yaitu ayat ke- 3 dan ke-9 yang menjadi pengawal dan pamungkas syarat menjadi pemenang yaitu SHALAT. Coba deh perhatikan sekali lagi , bener kan . Jika Allah sampai menyebutnya sampai dua kali berarti Shalat menjadi prioritas perintah yang harus dijalankan oleh pewaris Surga. 

Saya : Kalau shalat, alhamdulillah saya sudah menjalankan ya Tuhan (sambil senyum-senyum), tapi bagaimana caranya supaya shalat kami dapat khusu ?
Tuhan : Lakukan shalat dan rasakanlah Aku hadir saat kamu shalat.
Hadirkan Aku bersama aktivitasmu dari waktu shalat ke waktu shalat berikutnya .

Masya Allah ...inilah hikmahnya  shalat 5 waktu dalam sehari untuk menjaga agar kita senantiasa khusu, konekting terus dengan Allah, terus dibimbing Allah, terus diawasi Allah, hingga kita terus tersenyum karena Allah senantiasa dekat dengan diri kita. Manalah mungkin jika kita selalu konekting dengan Allah akan mampu melakukan perbuatan sia-sia, berselingkuh, tidak amanah dan ingkar janji ? Pastinya kita akan menjadi manusia yang penuh sayang dan pemurah, suka berinfak menolong mereka yang miskin dan yatim, jika kaya maka harta yang ada dizakatkan untuk dikembangkan supaya lebih bermanfaat. 

KHUSU, apakah maknanya ?
Khusu artinya hadir, hati yang hadir. Solat khusu artinya hati - nyawa - ruh nya hadir disaat shalatnya. Kita sadar saat shalat sedang hadir memenuhi panggilan Allah, sadar sedang menghadap Allah. 

Tuhan memberi ukuran waktu paling sedikit (minimum) untuk mengerjakan shalat  itu 5 waktu dalam 24 jam. Coba deh hitung berapa menit waktu yang kita gunakan untuk shalat memenuhi panggilan Allah? Tetapi  sembahyang lima waktu dengan waktu yang tidak terlampau banyak namun dilaksanakan dengan  khusyu`dapat memberikan dampak energi yang luar biasa di luar shalat untuk menjalankan perintah-perintah Tuhan yang lainnya. Dengan itu semua jiwa kita menjadi lebih kuat berjuang dalam hidup, senantiasa bahagia karena terus menerus di bawah bimbingan Allah sehingga kita dapat mewujudkan tugas sebagai seorang khilafah, wakil Tuhan di bumi, sebagai bayang-bayang Tuhan. Menjalani kehidupan dengan segala problematikanya dengan sabar dengan menjadikan shalat sebagai penolong kita karena itulah saat spesial perjumpaan kita dengan Allah.

Mengilustrasikan bagaimana shalat khusu itu, ada baiknya kita menengok kisah Iman Ali As yang terkenal dengan ibadah shalatnya yang senantiasa khusu tidak merasakan sakit saat anak panah yang menancap di tulang kakinya dicabut. 

Kisah Imam Ali As pada sebagian peperangan terluka karena terkena anak panah. Anak panah itu menghujam hingga menyentuh tulangnya. Meski telah diusahakan untuk mencabut anak panah tersebut namun tidak kunjung berhasil. Orang-orang berkata, “Hanya tatkala daging dan kulitnya dicabut dan tulang dipatahkan, anak panah tersebut akan dapat dicabut.” Para sahabat utama dan anak-anaknya berkata, “Apabila demikian adanya, kita harus bersabar hingga tiba waktu salat karena tatkala menunaikan salat sedemikian larut dalam salat sehingga beliau tidak tahu-menahu tentang kondisi di sekelilingnya.” 
Mereka pun bersabar menantikan hingga beliau menunaikan salat. Setelah beliau menunaikan salat dan mengerjakan sunnah-sunnah salat, beliau mulai mengerjakan salat-salat sunnah. Tabib datang, menarik daging, mematahkan tulang dan mencabut anak panah tersebut dan Ali masih tetap khusyu mengerjakan salat. Tatkala beliau memberikan salam, beliau berkata, “Sekarang lukaku agak ringan.” Orang-orang berkata, “Anda telah menjalani pengobatan sementara Anda tidak mengetahuinya.”
Imam Ali As berkata, “Pada waktu itu, aku tengah bermunajat kepada Allah Swt, sekiranya dunia terbalik atau orang-orang memukulkan paku dan tombak maka hal itu tidak akan mengusik munajatku kepada Allah Swt.”

Kemudian saya mencoba membandingkan kisah ini dengan kisah Yusuf AS dan terpotongnya jari-jari para wanita Mesir sampai berdarah-darah tak dirasakan oleh mereka karena terpesona khusu' melihat ketampanan Yusuf AS :)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kamu Adalah Pewaris Surga "

Posting Komentar