Cara Allah Menghibur Kesedihan Rasulullah

Beratnya perjuangan Rasullah Muhammad SAW dalam mengemban amanah Risalah dakwah,  membuat hati beliau sedih dan galau, terlebih yang menolak dan mendustakan risalah adalah keluarga dan kerabat dekat beliau. 

Di malam-malam yang sunyi mengadulah Rasulullah kepada Allah Sang pemberi amanah, perilah kegelisahan dan kesedihan hatinya. . Subhanallah, Allah, maha mendengar ungkapan hati hamba-hambaNya yang tulus. Maka turunlah wahyu Allah  ayat-ayat Al Quran surat Asy Syu'ara untuk menghibur dan meringankan beban Rasullah.

Surat Asy Syu'ara adalah surat Makiyyah turun semasa Rasulullah di Mekkah, terdiri dari 277 ayat. Surat yang cukup panjang karena di dalamnya memuat kisah-kisah perjuangan para Rasul Allah yaitu Episode Dakwah Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh , Nabi Hud yang di kisahkan secara detil oleh Allah.  Mengapa banyak kisah para Nabi di surat Asy Syuara ?  lanjutin membacanya dulu ya .

Kegundahan hati Rasulullah di dengar oleh Allah, lalu turunlah wahyu meringankan beban hati kekasih Allah .
"Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman" (ayat 3)
" Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya" (ayat 4).

*Dalam alur bahasa seperti ini tersirat celaan terhadap kesempitan dan tekanan keras yang dialami oleh Rasulullah serta kesedihan beliau karena orang-orang musyrik tidak mau beriman.
kata "baakhi'un nafs" berarti membunuh jiwa sendiri. Ungkapan ini menggambarkan sejauh mana Rasulullah menderita karena pendustaan mereka. Pasalnya beliau sangat yakin atas adanya hukuman yang menanti mereka karena pendustaan itu. Jiwa Rasulullah terenyuh terhadap apa yang akan mneimpa mereka, sementara mereka adalah keluarga, kerabat dan kaumnya. Hati beliau menjadi sangat sempit karenanya. Namun Allah menyayanginya dan melarangnya bersikap sedih dan mengalami stres yang bisa mematikan itu serta meringankan bebannya. 

Allah seakan-akan berfirman kepadanya "Seseungguhnya keimanan mereka bukanlah target yang dibebankan kepadamu. Seandainya kami ingin memaksa mereka beriman, pasti kami sendiri yang akan melakukannya, dan pasti kami turunkan mukzizat dari langit yang memaksakan dan menahlukkan yang tak mungkin dibantah oleh orang-orang musyrik , dan tidak mungkin pula mereka mengelak dari iman. 

Namun Allah tidak menghendaki turunnya risalah terakhir Islam ini disertai dengan adanya mukzizat yang memaksakan dan menahlukan sebagaimana mukzizat yang diberikan Allah pada Rasul-Rasul sebelum Muhammad. Allah menentukan bahwa mukzizat risalah terakhir adalah Al Quran sebagai metode kehidupan yang sempurna, Ia adalah mukzizat dalam setiap apek kehidupan. 

Ia adalah mukzizat dalam susunan bahasanay, keindahan tata letaknya yang selalu konsisten atas satu tatanan bahasa. Ia adalah mukzizat dalam kemudahan menyusup ke dalam hati-hati dan jiwa-jiwa. Ia menyentuh kunci-kunci hati dan membuka pintu-pintu yang terkunci.

Allah telah menghendaki Al Quran ini sebagai mukzizat risalah terakhir Muhammad. Dia tidak menghendaki turunnya mukzizat pemaksaan dan penahlukan berbentuk materi yang membuat leher-leher tunduk untuk berserah diri. Ini disebabkan risalah terakhir adalah risalah terbuka untuk seluruh umay manusia dan untuk seluruh generasi, Ia bukanlah risalah tertutup dan diperuntukan kepada generasi suatu zaman dan penduduk suatu tempat. Oleh karena itu, mukzizat yang bersamanya sepantasnya terbuka untuk setiap orang yang dekat ataupun yang jauh, untuk setiap umat dan generasi.

*kutipan dari Fi Zhilalil Qur'an

Tazkirah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari ayat di atas :

1. Dakwah menyebarkan Risalah Islam adalah pekerjaan yang berat , ini adalah sunnatullah yang tak terbantahkan. Hanya dengan ketulusan, keikhlas dan cinta dakwah dapat istiqomah dilakukan , hanya berharap cinta dan ridho dari Allah. 

2. Kegalauan, kesedihan, kesempitan hati dalam aktivitas dakwah adalah keniscayaan , bersabarlah. Rasulullahpun mengalami hal yang sama , begitu pula Rasul-Rasul sebelumnya. 

3. Allah melarang bersedih hati dan gundah berkepanjangan karena akan mematikan semangat dan kehilangan arah perjuangan. 

4. Tugas Dai adalah menyampaikan dan memberi motivasi untuk beriman dan berislam, selebihnya wewenang Allah untuk memberi hidayah dan membukaan hati manusia  untuk beriman. 

5. Allah telah menghendaki Al Quran ini sebagai mukzizat risalah terakhir Muhammad. Dia tidak menghendaki turunnya mukzizat pemaksaan dan penahlukan berbentuk materi yang membuat leher-leher tunduk untuk berserah diri.

6.Mukzizat Kagungan Al Quran adalah mampu membuka kunci2 hati yang tertutup pada siapapun.

7. Dengarkanlah Al Quran, Bacalah Al Qur'an, Renungkanlah Al Quran ... rasakanlah bagaimana Ia mampu melembutkan hati dan membuatmu bertasbih kepada Allah.

8. Tidak patut adanya pemaksaan dalam berIslam yang menyebabkan keterpaksaan dan sempitnya hati dalam melaksanakan syariat Islam. 


Melanjutkan lagi , bagaimana cara Allah menghibur hati Rasullah yang sedang sedih akan amanah dakwah ? 
Di ayat-ayat selanjutnya di surat Asy Syuaraa, Allah menurunkan firmanNya yaitu kisah-kisah heroik perjuangan para Rasul-Rasul terdahulu , diantara yang di kisahkan adalah perjuangan dakwah Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Hud . Mereka pun mengalami hal kesedihan dan kegalauan hati yang sama dengan Rasulullah dalam perjuangan penyampaikan risalah, terlebih penentang risalah adalah orang-orang terdekat yang disayanginya. Pada ayat terakhir surat Asy Syuara Allah memberi kabar gembira  yaitu akhirnya risalahlah yang menang, dengan semangat keimanan yang mampu menghancurkan kezaliman.


Alhamdulillah.
Ya Rabb .. cintakanlah aku dengan Al Quran . 















Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "Cara Allah Menghibur Kesedihan Rasulullah"