Satu Kesulitan Dua Kemudahan

Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Padahal mana ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari pada hari belajarnya, bisa-bisa sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Ujian itu sejatinya adalah untuk kenaikan tingkat bukan ?

Inilah kita manusia dengan sifat berkeluh kesah sebagaimana firman Allah dalam Al Quran “Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20). Walau manusia diberi sifat suka berkeluh kesah tapi manusia juga diberi kemampuan untuk bisa bersabar dengan ujian yang sedang dihadapi dan bersyukur dengan apa yang didapati. Dan Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam menjalani ujian hidup lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan. Coba ingat kembali dengan jujur bahkan dalam sulitnya ujian yang sedang dijalanipun selalu ada kemudahan-kemudahan yang didapati

Yakin dengan janji Allah bahwa di balik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

Kata “al ‘usr (kesulitan)” yang diulang dalam surat Alam Nasyroh hanyalah satu. Sedangkan kata “yusro (kemudahan)” dalam surat Alam Nasyroh itu ada dua. Yusro (kemudahan) pertama berbeda dengan yusro (kemudahan) kedua karena keduanya menggunakan isim nakiroh (seperti kata yang tidak diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Secara umum, jika isim nakiroh itu diulang, maka kata yang kedua berbeda dengan kata yang pertama.” Dengan demikian, kemudahan itu ada dua karena berulang. Ini berarti ada satu kesulitan dan ada dua kemudahan

Para ulama pun seringkali mengatakan, “Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” Jadi, di balik satu kesulitan ada dua kemudahan.

Semoga dalam menghadapi ujian kita mampu mengingat pengalaman masa kecil takal belajar berpuasa. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, walaupun lapar keinginan untuk minum dan makan tahan dulu sampai maghrib. Dan disaat berbuka puasa ada kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Satu Kesulitan Dua Kemudahan "

Posting Komentar