Berlomba Dengan Ahli Ibadah Dan Pendosa

Perlombaan merupakan fitrah yang melekat dalam kehidupan. Dengan perlombaan, potensi diri bisa terlecut, terangkat, dan teroptimalkan. Mereka yang kalah dalam perlombaan, bukan disebabkan kelemahan atau ketidak berdayaan. Dan Mereka yang menang dalam perlombaan juga bukan semata- mata di sebabkan kekuataan dan keberdayaan diri.

Ahli ibadah bisa berlezat – lezat dalam ibadahnya. Mereka bisa larut hanyut dalam tiap doa – doa yang terpancar. Mereka menikmati detik demi detik kerinduan dengan sang pencipta ALLAH SWT. Wirid – wirid menjadi bagian dari hembusan nafas – nafasnya.

Namun tidak semua orang memiliki karunia untuk bisa seperti para ahli ibadah. Karena beristiqomah dalam kebaikan dan menjauhkan diri dari maksiat bukan lah perkara mudah.

Ketika menghambakan diri masih terasa sulit. Ke-khusyuan ibadah tidak kunjung menghampiri yang di sebabkan maksiat yang senantiasa hinggap dan menghalangi. Berupayahlah menahan diri dari maksiat dalam bentuk apapun. Bertobatlah !!! beristighfar lah!!! Karena maksiat sangat berpeluang merebut semua kenikmatan beribadah.

Berlomba lomba lah dengan ahli ibadah dan para pendosa dalam kerangka kebaikan. Dalam hidup ini perlombaan harus tetap berlangsung, selama nafas masih berhembus.

Untaian nasehat nan bijak dari Ibnu Rajab “Jika tak mampu bersaing dengan para shalihin dalam ibadahnya, berlombalah dengan para pendosa dalam istighfarnya”
Berlombalah dengan kadar kemampuanmu, jangan lah menyerah, karena karunia Allah Ta’ala seluas ampunanNya.
(ThE IoF)

#butirtasbih #imajiin #butir_tasbih #butirtasbih33

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berlomba Dengan Ahli Ibadah Dan Pendosa"

Posting Komentar