APA YANG KITA SESALKAN DALAM HIDUP ?

"Tiada penyesalan yang lebih kurasakan dalam hidup, daripada saat ku saksikan matahari telah terbenam (di ufuk barat). Di mana jatah usiaku telah berkurang (pada petang itu), namun amal (shalih)-ku tidak bertambah." 
(Abdullah bin Mas'ud ra ).

Siapa yang tidak pernah mengalami penyesalan dalam hidup? Semua kita pasti pernah merasakannya. Walaupun kadarnya tidak sama dan warna penyesalannya tentu berbeda.



Menyesali kekurangan diri kita. Menyadari kelemahan diri. Dan menetesnya air mata terhadap cita-cita dan mimpi dunia akherat yang belum terwujud. Bisa menjadi pelecut dan semacam pelontar, yang akan memicu dan melemparkan kita ke puncak prestasi dunia dan akherat. Tapi jika penyesalan kita justru menghanyutkan kita pada kekecewaan yang berlebihan. Merasa harapan telah sirna. Pintu mimpi telah tertutup. Dan yang senada dengan itu. Maka berarti kita telah berputus asa dari rahmat Allah swt, yang merupakan bibit dari kekufuran. Ini merupakan model penyesalan yang akan melemparkan kita ke lembah kesengsaraan. 

Para sahabat Nabi saw, juga biasa merasakan penyesalan. Yang tentunya membuahkan manfaat dan kebaikan dalam hidup. Abdullah bin Mas’ud ra pernah bertutur: “Tiada penyesalan yang lebih kurasakan dalam hidup, daripada saat ku saksikan matahari telah terbenam (di ufuk barat). Di mana jatah usiaku telah berkurang (pada petang itu), namun amal (shalih)-ku tidak bertambah.” (kaifa tuthilu umrka al intaji, DR. Muhammad Ibrahim an Na’im). 

Sudahkah kita menyesal hari ini? Dan apa yang kita sesalkan? Mudah-mudahan penyesalan yang menaburkan kebaikan dan membuahkan keceriaan untuk masa depan kita di sana. Seperti penyesalan Abdullah bin Mas’ud ra. Semoga. 

Iin Muchtadi
Imajiin.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "APA YANG KITA SESALKAN DALAM HIDUP ?"

Post a Comment